Rabu, 13 September 2017

MENGENAL MOTIF BATIK


Apakah yang kamu ketahui tentang motif batik ? Motif batik adalah gambar hias pada sehelai kain batik. Motif batik dikelompokkan menjadi dua yaitu motif tradisional dan motif modern (kreasi baru).
Pada motif batik tradisional itu sendiri terbagi menjadi dua kelompok yaitu :

1. Motif Geometris, yaitu motif batik yang memiliki unsur bidang atau unsur ilmu ukur.
    Motif geometris antara lain; Motif Kawung, motif Tumpal, Motif Lereng, 
    Motif Pilin, Motif Swastika, dan Motif   Ceplokan.  
2. Motif Non Geometris, Yaitu motif yang tidak mengandung unsur ilmu ukur
    atau bidang. Motif Non Geometris antara lain ; Motif Tumbuhan yang terdiri
    dari : bunga, daun, buketan, pohon hayat dan sebagainya. Selain motif tumbuhan
    yang termasuk dalam motif non geometris juga ada motif binatang yang terdiri
    dari : Naga, burung, kupu-kupu, garuda ( sepasang sayap dan ekor),
    sawat (garuda tanpa ekor), Lar, Sayap satu sisi. Mari kita bahas satu persatu
    motif geometris di atas.

A. Motif Kawung

Kawung dalam bahasa sunda berarti buah aren atau kolang-kaling. Motif kawung menyerupai
buah kawung yang dipotong-potong sehingga kelihatan empat bijinya. Mungkin motif kawung meniru
buah aren atau kolang-kaling seperti di atas. Berikut contoh gambar motif kawung :



B. Motiwf Tumpal Motif Tumpal adalah motif yang menyerupai bentuk dasar segitiga sama kaki. Pada perkembangannya bentuk motif tumpal mengalami banyak variasi. Gambar di bawah ini hanya beberapa contoh saja :







C. Motif Lereng Motif Lereng disebut juga motif liris atau parang, Yaitu motif yang tersusun menurut garis miring. Motif ini mempunyai banyak coraknya. Ada motif udan liris, Parang rusak, Parang kusuma, Parang teja dan lain-lain.



D, Motif Pilin Motif Pilin artinya spiral atau pir. Motif ini mempunyai bentuk dasar huruf "S", selain bentuk S tunggal juga terdapat Motif S berkait (saling berhubungan/ bergabung) yang disebut pilin berganda.








E. Motif Swastika Motif Swastika adalah motif yang mempunyai bentuk dasar huruf Z bersilang. Apabila motif swastika ini disambung-sambung maka akan membentuk motif baru yang disebut dengan motif banji. Perhatikan contoh gambar di bawah ini :





F. Motif Ceplokan Motif Ceplokan yaitun motif yang memiliki bentuk dasar segi empat, lingkaran, belah ketupat, elips, dan sebagainya yang tersusun teratur berulang-ulang dalam satu motif. Biasanya bentuk dasar tersebut diisi dengan berbagai gambar seperti bunga, binatang, garis-garis, dan sebagainya.




G. Motif Tumbuhan Motif tumbuhan adalah motif yang terdiri dari daun, bunga, dahan, kuncup, dan sebagainya. Berikut beberapa contoh motif tumbuhan :



BATIK APLIKASI
Pernahkah kita menghias gerabah seperti kendi, lemper, (piring tanah), klenting dengan potongan kain perca batik ? Pekerjaan ini hampir mirip dengan montase atau kolase. Sehingga hasilnya barang-barang tersebut tampak indah dengan hiasan yang sangat variatif. Dalam materi kali ini tentang batik aplikasi sebenarnya merupakan pekerjaan menghias benda dengan cara menempelkan kain perca batik pada permukaan atau bidang suatu benda sehingga dihasilkan benda dengan hiasan motif batik, pekerjaan seperti ini disebut dengan batik aplikasi. Sekarang ini banyak dijumpai barang-barang kerajinan seperti tas, dompet, sarung bantal, gerabah dan lain-lain yang mengandung unsur seni batik aplikasi. Ini adalah beberapa contoh aplikasi batik



BATIK CAP

Masih ingat dengan batik Cap ? Batik cap adalah batik yang pembuatannya atau penempelan lilin malamnya menggunakan canting cap. Cara kerja canting cap adalah seperti ketika kita menggunakan stempel. Dalam pembahasan kali ini kita akan mencoba berlatih membuat batik cap dengan alat dan bahan sederhana. Canting cap ini kita ganti dengan bahan alam seperti pelepah pisang, ketela, belimbing, daun-daunan, tangkai daun pepaya dan sebagainya. Untuk pengganti lilin malamnya kita gunakan cat air atau pewarna makanan. Dan sebagai ganti wajan kita gunakan tatakan yang diberi kapas atau kain. Motif yang dapat kita buat untuk cap sederhana ini umumnya lebih banyak ke motif buketan. Apa itu motif buketan ?
Motif buketan adalah motif yang berbentuk rangkaian bunga. Motif ini sangat terkenal sebagai salah satu motif batik Pekalongan. Sangat mudah bukan ??


Berikut adalah contoh hasil batik cap sederhana





MENGGAMBAR POLA BATIK


Sebelum memulai berlatih menggambar pola batik kita harus mengetahui lebih dulu bagian-bagian gambar motif dalam sebuah pola batik, yaitu :

1. Ornamen Pokok
2. Ornamen Isian (isen-isen)
3. Ornamen Pengisi Bidang

1. Ornamen Pokok
    Yang dimaksud gambar ornamen pokok yaitu bagian pola yang akan dijadikan pola utama, misalnya Di dalam batik yang berpola buketan maka pola pokoknya adalah berupa garis-garis gambar buket.

2. Ornamen Isian (isen-isen)
    Isian adalah gambar-gambar yang berfungsi untuk mengisi dan melengkapi gambar ornamen pokok. Ornamen isian atau isen dalam batik terdiri dari garis-garis dan titik-titik Isian (isen) yang berbentuk garis-garis disebut dengan sawut. Isian (isen) yang berbentuk titik-titik disebut dengan cecek. Sehingga isen yang terdiri dari titik dan garis disebut dengan sawut cecek.
Selain dari dua bentuk di atas, juga ada jenis isian batik yang lain diantaranya :
a. sisik
b. sisik melik
c. herangan
d. gringsing
e. sirapan
f. cacah gori

3. Ornamen Pengisi
    Yaitu pola-pola batik yang berfungsi mengisi bidang kain diluar ornamen pokok. Biasanya pola-pola pengisi bidang dibuat dengan ukuran kecil menyebar diseluruh dasar kain. Ornamen pengisi ini bisa berbentuk motif tumbuhan, binatang, ceplokan, atau motif geometris lainnya.

Jadi di dalam membuat gambar pola batik langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Membuat gambar ornamen pokok terlebih dahulu.
2. Gambar ornamen pokok yang sudah jadi diberi isen-isen pada setiap bagiannya.
3. Bidang-bidang kain yang diluar motif pokok atau disekeliling yang masih kosong dilengkapi dengan ornamen pengisi sesuai keinginan kita.











































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar